Beranda Headline Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota Menciduk Dua Pelaku Penipuan Modus KTP Palsu

Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota Menciduk Dua Pelaku Penipuan Modus KTP Palsu

571
0
BERBAGI

Apakah anda pernah mengalami fenomena aneh pada rekening bank khususnya pengguna internet banking ?  Waspadalah.. kemungkinan anda sedang atau telah menjadi korban dari penipuan dengan modus penggunaan KTP Palsu. Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap salah satu komplotan penipuan dengan sasaran nasabah bank yang menggunakan fasilitas internet banking.

Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat / korban melalui Laporan Polisi : LP/ B /166/ V / 2018 / JBR / RES TSM KOTA, tanggal 22 Mei 2018 dan Laporan Polisi LP/B/167/V/ 2018/ JBR/ RES TSM KOTA, tanggal 23 Mei 2018.

Kasus ini terungkap awalnya pada hari Selasa, 22 Mei 2018, sekira jam 06.00 WIB, Sdr. Andi Nurdin membuka aplikasi E-Banking di HP android miliknya.

Kaget bukan kepalang ternyata muncul beberapa rekening yang bukan miliknya, diantaranya adalah Rek. BRI dengan nomor 446701021943534. Atas temuan itu sdr.Andi mengkonfirmasi ke BRI dan pihak BRI melakukan penelusuran.

Pada hari Rabu, 23 Mei 2018, sekira jam 09.00 WIB di BRI Unit Pancasila telah datang dua orang yang terdiri laki-laki dan perempuan yang bermaksud akan membuka rekening tabungan. Namun berkat kejelian karyawan BRI tersebut, diketahui bahwa dokumen kependudukan yang didaftarkan tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Menemukan hal tersebut kemudian karyawan bank menghubungi pihak Kepolisian dan direspon cepat oleh Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota.

Sebelum kedua pelaku tersebut kabur melarikan diri, ternyata petugas Sat Reskrim lebih cepat datang dan berhasil mengamankan kedua orang itu untuk diperiksa lebih lanjut.

Apakah anda pernah mengalami fenomena aneh pada rekening bank khusunya pengguna internet banking ?  Waspadalah..kemungkinan anda sedang atau telah menjadi korban dari penipuan dengan modus penggunaan KTP Palsu.

Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap salah satu komplotan penipuan dengan sasaran nasabah bank yang menggunakan fasilitas internet banking.

Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat / korban melalui Laporan Polisi : LP/ B /166/ V / 2018 / JBR / RES TSM KOTA, tanggal 22 Mei 2018 dan Laporan Polisi LP/B/167/V/ 2018/ JBR/ RES TSM KOTA, tanggal 23 Mei 2018.

Kasus ini terungkap awalnya pada hari Selasa, 22 Mei 2018, sekira jam 06.00 WIB, Sdr. Andi Nurdin membuka aplikasi E-Banking di HP android miliknya.

Kaget bukan kepalang ternyata muncul beberapa rekening yang bukan miliknya, diantaranya adalah Rek. BRI dengan nomor 446701021943534. Atas temuan itu sdr.Andi mengkonfirmasi ke BRI dan pihak BRI melakukan penelusuran.

Pada hari Rabu, 23 Mei 2018, sekira jam 09.00 WIB di BRI Unit Pancasila telah datang dua orang yang terdiri laki-laki dan perempuan yang bermaksud akan membuka rekening tabungan. Namun berkat kejelian karyawan BRI tersebut, diketahui bahwa dokumen kependudukan yang didaftarkan tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Menemukan hal tersebut kemudian karyawan bank menghubungi pihak Kepolisian dan direspon cepat oleh Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. Sebelum kedua pelaku tersebut kabur melarikan diri, ternyata petugas Sat Reskrim lebih cepat datang dan berhasil mengamankan kedua orang itu untuk diperiksa lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan sementara petugas Satuan Reskrim diketahui kedua pelaku masing-masing pria berinisial DR  (34 tahun) asal Kota Tangerang dan peremuan berinisial BM (22 tahun), warga Ciledug Tangerang Selatan. Dari kedua pelaku petugas berhasil mengamankan  KTP yang diduga palsu atas nama Ari Senjaya dan atas nama Melasari serta uang tunai Rp. 1.497.600,-

Selanjutnya petugas juga mendapatkan pengakuan dari pelaku  bahwa kedua pelaku tidak melakukan pemalsuan KTP, namun hanya digunakan untuk membuka rekening.  Pelaku lain yang menyuruh melakukan adalah pelaku berinisial TO dan AD.

Menurut Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf,S.IK,SH kedua pelaku diancam dengan Pasal 263 ayat (1) dan/atau ayat (2) jo Pasal 53 KUHPidana. Penyidik Sat Reskrim akan mengembangkan kasus ini untuk mencari pelaku lainnya.

Kapolres juga menghimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam bertransaksi perbankan khususnya yang menggunakan internet banking.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here